Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 1.65825 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Panduan Pengisian Instrumen Keluarga (IK) SIPBM Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat 2015

SIPBM Info Selasa, 30 Jun 2015 09:17:18 - dibaca 9203 kali

28SIPBM-panduan-opt.jpg

Konsep Dasar SIPBM

Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) adalah hasil pengembangan dari berbagai model pendataan yang telah dikembangkan, seperti; Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM), Pemutakhiran Data Kemiskinan Berbasis Masyarakat (PDKMB) dan Monitoring MDGs.

SIPBM adalah sebuah sistem pendataan dan pendekatan yang dilatarbelakangi oleh minimnya data mikro di daerah dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan demikian, informasi yang dihasilkan oleh sistem pendataan ini diharapkan mampu untuk menyediakan informasi by name by address sehingga pemerintah dapat memetakan daerah-daerah dengan kantorng permasalahan.

Bukan hanya itu, karena dalam pengumpulan data SIPBM, subyek pelaksananya adalah masyarakat setempat yang tinggal di unit terkecil pemerintahan, maka akan lahir kesadaran kritis masyarakat untuk merangsang tumbuhnya kembali modal sosial masyarakat dalam ikut mengatasi masalah pembangunan di wilayahnya. Hal ini bukan tidak mungkin karena selain melibatkan masyarakat dalam proses pengumpulan data, dalam SIPBM dikenal pula model rekonfirmasi data hasil pendataan dan penyusunan rencana aksi desa atas masalah yang ditemui. Dengan kata lain, SIPBM adalah model pendataan berbasis aksi.

Pendataan SIPBM dilakukan secara sensus atas satuan wilayah administratif tertentu dengan unit analisisnya adalah keluarga. Artinya, pendataan dilakukan kepada seluruh keluarga dan anggota keluarga yang berada dalam satuan wilayah administratif tertentu.

SIPBM juga didesain untuk bisa memberi kontribusi besar dalam upaya penuntasan wajib belajar 9 dan 12 tahun. Berapa banyak anak usia Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun (7-15 tahun) yang tidak sekolah? Berapa anak usia pendidikan Menengah (16 - 18 tahun) yang tidak sekolah, Dimana anak yang tidak sekolah? Dan mengapa anak tidak sekolah? Adalah deretan informasi yang dikumpulkan oleh SIPBM dan datanya dapat disajikan dengan sangat detail/mikro.

Selain data Pendidikan, SIPBM memuat pula informasi terkait dengan kegiatan anak usia dini, perumahan, sanitasi, kesehatan, kepemilikan akte kelahiran, konsumsi garam yodium keluarga, pekerjaan kepala keluarga, jarak ke sekolah dan tempat pelayanan kesehatan, alat transportasi yang digunakan ke sekolah dan tempat pelayanan kesehatan serta lainnya. Intinya data yang dihasilkan oleh SIPBM dapat menjawab kebutuhan data mikro untuk intervensi program yang terkait dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sebelum melakukan pendataan atau pengumpulan data, ada beberapa batasan yang mesti dipahami oleh para pendata, yaitu :

  1. Pendataan SIPBM adalah sensus jadi semua warga yang tinggal dalam satu wilayah hukum harus didata.
  2. Pendataan SIPBM menggunaan UNIT KELUARGA bukan INDIVIDU atau RUMAH TANGGA, maksudnya dalam satu keluarga, seluruh anggota keluarga (termasuk kepala keluarga) terdata.
  3. Responden atau sumber data dalam sistem pendataan ini adalah kepala keluarga atau anggota keluarga yang mampu bertanggungjawab terhadap kebenaran informasi yang diberikan.
  4. Batasan KELUARGA : Terkait dalam ikatan perkawinan, yang terdiri dari ayah, ibu, anak (keluarga inti) dan anggota keluarga lainnya yang mendiami sebagaian atau seluruh bangunan tertentu (termasuk asrama, tangsi, panti asuhan, pondokan/indekos, lembaga pemasyarakatan) yang masing-masing mempunyai seorang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepala dan bertanggungjawab atas keberadaannya.
  5. Kepala Keluarga : seseorang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepala dalam suatu keluarga yang bertanggungjawab terhadap keluarganya. Suatu keluarga dapat terdiri dari (a) Bapak/Ayah, dan ibu (bapak sebagai kepala keluarga), (b) Bapak/Ayah, ibu, dan anak (bapak sebagai kepala keluarga) (c) Bapak/ayah dan anak (bapak sebagai kepala keluarga) (d) Ibu dan anak (ibu sebagai kepala keluarga) (e) kakak dan adik (kakak sebagai kepala keluarga), (f) Kepala Panti/asrama/ dan penghuni panti/asrama (kepala panti/asrama sebagai kepala keluarga).
  6. Boleh jadi dalam SATU RUMAH TANGGA terdapat beberapa keluarga, tapi tidak mungkin dalam satu keluarga lebih dari satu rumah tangga.
  7. Jika terdapat kasus bahwa 1 anak atau lebih, telah menikah namun masih tinggal di rumah orang tuanya, maka jumlah keluarga di rumah tersebut lebih dari satu, karena telah lebih dari satu ikatan perkawinan di rumah tersebut.
  8. Jika ada kasus bahwa dalam satu rumah salah satu anak yang belum menikah menjadi pencari nafkah atau menghidupi orang tua dan saudara-saudaranya, maka kepala keluarga di rumah tersebut tetaplah orang tua si anak, bukan anak tersebut (karena anak tersebut belum menikah. Jika anak tersebut telah menikah, maka telah ada 2 kepala keluarga di rumah tersebut).
  9. Jika ada kasus dalam masyarakat ada pasangan yang hidup dalam satu rumah yang belum terikat perkawinan resmi maka tetap harus dihitung sebagai satu keluarga selama dapat menghidupi diri sendiri.
  10. Kalau disuatu wilayah ada pemondokan, panti asuhan, kost mahasiswa, juga didata yang menjadi kepala keluarga adalah ibu kost, atau pengurus panti asuhan.
  11. Seseorang dikatakan sebagai warga suatu wilayah apabila sudah enam bulan berdomisili di wilayah tersebut, serta telah melapor secara resmi di RT/RW dan atau kepala lingkungan/dusun.

PENJELASAN UMUM ;

Semua Isian pada Sampul dan setiap halaman Instrumen Keluarga (IK) SIPBM diisi Angka/Huruf BESAR/KAPITAL menggunakan Pensil dengan tulisan yang JELAS dan MUDAH DIBACA.

Untuk penjelasan lengkap silahkan download lampiran di bawah

Lampiran
Panduan Pengisian IK-SIPBM 2015.doc
Tag : #
Bacaan Lainnya
Senin, 25 Dec 2017 16:19:14
Ayo Dukung Gerakan Kembali Ke Sekolah

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir sendiri memprediksi, 70 persen dari keluaran SMA/SMK nantinya akan...

Senin, 25 Dec 2017 16:14:34
Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru