Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.25616 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat(SIPBM)

SIPBM Info Jum'at, 26 Jun 2015 16:47:15 - dibaca 11436 kali

47SIPBM.jpg


Konsep Dasar SIPBM

Esensi dari program SIPBM adalah pelibatan masyarakat lokal dalam proses penyusunan rencana, pelaksanaan dan tindak lanjut hasil pendataan. Karena SIPBM dilakukan oleh Masyarakat, dan dipakai untuk kepentingan masyarakat sendiri sehingga masyarakat dapat menyelesaikan masalah di wilayahnya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa adalah program pendataan berbasis aksi. Data yang dikumpulkan bersumber dari masyarakat yang dilakukan secara sensus atas satuan wilayah administratif dan unit analisisnya adalah keluarga. Artinya, pendataan dilakukan kepada seluruh keluarga dan anggota keluarga yang berada dalam satuan wilayah administratif tertentu.

Hal itu dimaksudkan guna memperoleh informasi meliputi, berapa banyak anak usia dini, (0-6 tahun)? Berapa banyak anak usia Wajib Belajar Pendidikan Dasar (7-15 tahun) yang tidak sekolah? Berapa anak usia pendidikan Menengah (16 - 18 tahun) yang tidak sekolah, Dimana anak yang tidak sekolah? Dan mengapa anak tidak sekolah?

Selain data Pendidikan, dalam memuat juga informasi terkait dengan perumahan, sanitasi, kesehatan, kepemilikan akte kelahiran, konsumsi garam yodium keluarga, pekerjaan kepala keluarga, jarak ke sekolah dan tempat pelayanan kesehatan, alat transportasi yang digunakan ke sekolah dan tempat pelayanan kesehatan serta lainnya. Intinya data yang dihasilkan oleh SIPBM dapat menjawab kebutuhan data mikro untuk intervensi program yang terkait dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Setelah pengumpulan dan olah data dilakukan, maka pertanyaan tentang "program apa yang diperlukan untuk membawa masyarakat keluar dari persoalan yang dihadapi" ditindaklajuti dalam bentuk penyusunan rencana aksi desa. Maksudnya, data yang telah dihasilkan, dikembalikan lagi ke masyarakat untuk diamati dan dianalisa sehingga masyarakat dapat secara mandiri menyelesaikan beberapa persoalan yang dihadapi di wilayahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sehingga proses pembangunan yang melibatkan masyarakat dapat terwujud. Sebelum melakukan pendataan/pencacahan atau pengumpulan data, ada beberapa pengertian dasar yang mesti dipahami oleh para calon pendata/pencacah, yaitu :

  1. Pendataan SIPBM adalah sensus jadi semua warga yang tinggal dalam satu wilayah hukum harus didata.
  2. Pendataan SIPBM menggunaan UNIT KELUARGA bukan INDIVIDU atau RUMAH TANGGA, maksudnya dalam satu keluarga, seluruh anggota keluarga (termasuk kepala keluarga) terdata.
  3. Responden atau sumber data dalam sistem pendataan ini adalah kepala keluarga atau anggota keluarga yang mampu bertanggungjawab terhadap kebenaran informasi yang diberikan.
  4. Batasan KELUARGA : Terkait dalam ikatan perkawinan, yang terdiri dari ayah, ibu, anak (keluarga inti) dan anggota keluarga lainnya yang mendiami sebagaian atau seluruh bangunan tertentu (termasuk asrama, tangsi, panti asuhan, pondokan/indekos, lembaga pemasyarakatan) yang masing-masing mempunyai seorang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepala dan bertanggungjawab atas keberadaannya.
  5. Kepala Keluarga : seseorang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepala dalam suatu keluarga yang bertanggungjawab terhadap keluarganya. Suatu keluarga dapat terdiri dari (a) Bapak/Ayah, dan ibu (bapak sebagai kepala keluarga), (b) Bapak/Ayah, ibu, dan anak (bapak sebagai kepala keluarga) (c) Bapak/ayah dan anak (bapak sebagai kepala keluarga) (d) Ibu dan anak (ibu sebagai kepala keluarga) (e) kakak dan adik (kakak sebagai kepala keluarga), (f) Kepala Panti/asrama/ dan penghuni panti/asrama (kepala panti/asrama sebagai kepala keluarga)
  6. Boleh jadi dalam SATU RUMAH TANGGA terdapat beberapa keluarga, tapi tidak mungkin dalam satu keluarga lebih dari satu rumah tangga.
  7. Jika terdapat kasus bahwa 1 anak atau lebih, telah menikah namun masih tinggal di rumah orang tuanya, maka jumlah keluarga di rumah tersebut lebih dari satu, karena telah lebih dari satu ikatan perkawinan di rumah tersebut
  8. Jika ada kasus bahwa dalam satu rumah salah satu anak yang belum menikah menjadi pencari nafkah atau meMNnghidupi orang tua dan saudara-saudaranya, maka kepala keluarga di rumah tersebut tetaplah orang tua si anak, bukan anak tersebut (karena anak tersebut belum menikah. Jika anak tersebut telah menikah, maka telah ada 2 kepala keluarga di rumah tersebut).
  9. Jika ada kasus dalam masyarakat ada pasangan yang hidup dalam satu rumah yang belum terikat perkawinan resmi maka tetap harus dihitung sebagai satu keluarga selama dapat menghidupi diri sendiri.
  10. Kalau disuatu wilayah ada pemondokan, panti asuhan, kost mahasiswa, juga didata yang menjadi kepala keluarga adalah ibu kost, atau pengurus panti asuhan.
  11. Seseorang dikatakan sebagai warga suatu wilayah apabila sudah enam bulan berdomisili di wilayah tersebut, serta telah melapor secara resmi di RT/RW dan atau kepala lingkungan/dusun.
  12. Jenjang PAUD (PENDIDIKAN NON FORMAL) terdiri dari TK/RA/Kelompok bermain, Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Tanggal Lahir

  1. Khusus bagi kepala keluarga atau anggoa keluarga yang tidak mengetahui tanggal lahirnya, maka dituliskan angka tertinggi sebagai tanggal lahirnya pada bulan kelahirannya, : Yang bersangkutan hanya mengingat bulan dan tahun lahirnya ( xx-01-1958 ), maka dituliskan : 31-01-1958
  2. Khusus bagi kepala keluarga atau anggota keluarga yang tidak mengetahui bulan lahirnya, maka dituliskan bulan Juli sebagai bulan kelahirannya, : Yang bersangkutan hanya mengingat tanggal ( 17-xx-1956 ), maka dituliskan : 17-07-1956.
  3. Khusus bagi kepala keluarga atau anggoa keluarga yang tidak mengetahui tanggal dan bulan lahirnya maka dituliskan angka 01- 07- kemudian tahun lahirnya (aturan kependudukan Nasional), Contoh : Yang bersangkutan hanya mengingat tahun kelahirannya pada tahun 1966, maka dituliskan : 01-07-1966.
  4. Khusus bagi kepala keluarga atau anggoa keluarga yang tidak mengetahui tanggal, bulan dan tahun lahirnya, gunakanlah teknik probing (menghubungkan dengan peristiwa tertentu) Tapi pendata sebaiknya hanya berfokus pada tahunnya, karena untuk penulisan tanggal dan bulannya kembali ke aturan Kependudukan Nasional. Contoh : Yang bersangkutan mengatakan ibu saya perna mengatakan bahwa saya lahir tidak lama setelah Indonesia Merdeka. Maka dituliskan : 01-07-1946

sumber : http://fiipoo.blogspot.com/2015/03/sistem-informasi-pembangunan-berbasis.html#.VZHdHUbl-0W

 

Tag : #SIPBM #Definisi #Pengertian SIPBM
Bacaan Lainnya
Senin, 25 Dec 2017 16:19:14
Ayo Dukung Gerakan Kembali Ke Sekolah

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir sendiri memprediksi, 70 persen dari keluaran SMA/SMK nantinya akan...

Senin, 25 Dec 2017 16:14:34
Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru