Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.25884 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

Berita Senin, 25 Dec 2017 16:14:34 - dibaca 1531 kali

11sipbm-image.jpg

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mencanangkan Gerakan Kembali Ke Sekolah Seribu Anak Harapan Bangsa (GKS-1000-AHB) di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Minggu (26/3).

Dalam kesempatan tersebut Mendikbud juga menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada sepuluh orang siswa peserta GKS-1000-AHB yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, serta anak yatim dan piatu di provinsi itu.

"Sangat tepat program Provinsi Sulteng ini untuk meningkatkan kapasitas sekolah dan kapasitas anak-anak usia produktif. Khususnya mereka yang tidak berada di sekolah untuk dapat kembali bersekolah, agar ditingkatkan keterampilannya," ungkap Mujadjir.

Dia mengingatkan, kembali mengenai potensi demografi Indonesia yang perlu dikelola dengan baik. Guru besar Universitas Negeri Malang tersebut menyampaikan program wajib belajar 12 tahun dan pentingnya penyiapan daya saing generasi muda dalam menghadapi persaingan global.

"Kalau pendidikan ini kita rancang dan kelola dengan tepat, maka Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia di seratus tahun kemerdekaan republik ini," tuturnya.

Gerakan Kembali Ke Sekolah Seribu Anak Harapan Bangsa ini berawal dari kepedulian para pemangku kepentingan atas rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) usia sekolah 15 sampai 21 tahun di Sulteng. Rentang usia tersebut semestinya dapat digunakan untuk menyiapkan mereka menjadi tenaga produktif yang terampil dan berdaya saing di jenjang pendidikan menengah.

"Indeks Pembangunan Manusia Sulteng sebesar 66,76 persen. Artinya masih di bawah rata-rata nasional," lapor Longki kepada Mendikbud.

Gubernur Sulteng berharap program ini dapat menurunkan angka putus sekolah di Sulteng. Dengan target peningkatan APK pada pendidikan menengah khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), GKS-1000-AHB dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang memberi keterampilan pada peserta didik.

Lebih lanjut Gubernur mengharapkan, program ini dapat mencegah terjadinya tindak kriminal karena tingkat pengangguran pada tiap kabupaten dan kota di Sulteng.

Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2016/2017 dari Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, untuk Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat anak putus sekolah untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 404 siswa, sementara untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 560 siswa. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) keseluruhan untuk sekolah menengah sederajat di Sulteng sebesar 81,98 persen, dan Angka Partisipasi Murni (APM) 61,24 persen.

Dengan catatan dari 13 kabupaten dan kota di Sulteng, Kabupaten Morowali memiliki baik APK dan APM tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu 110,30 untuk APK dan 83,86 untuk APM.

Sementara kepada Shelomita, penerima KIP, Mendikbud berpesan agar ia dapat menjaga semangat dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Siswi kelas X SMK bidang Pariwisata itu sempat tidak sekolah selama satu tahun, kemudian pihak sekolah memanggilnya untuk menjadi peserta GKS-1000-AHB dan kembali bersekolah. (OL-3)

sumber : http://mediaindonesia.com/news/read/98279/mendikbud-canangkan-gerakan-kembali-ke-sekolah/2017-03-26

Tag : #Gerakan Kembali kesekolah # SIPBM
Bacaan Lainnya
Senin, 25 Dec 2017 16:19:14
Ayo Dukung Gerakan Kembali Ke Sekolah

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir sendiri memprediksi, 70 persen dari keluaran SMA/SMK nantinya akan...

Senin, 25 Dec 2017 16:14:34
Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru