Terpopuler
©2017 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.34825 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Geliat Kampung Melek Data SIPBM Untuk Bangun Kampung Di Distrik Gresi Selatan Kabupaten Jayapura

Artikel Kamis, 16 Mar 2017 17:35:07 - dibaca 507 kali
35papua-sipbm-1.png

Harapan adanya perubahan baru akan segera dirasakan, di Kampung-Kampung di Papua, terutama di Distrik Gresi Selatan Kabupaten Jayapura Papua.  Menurut Putra Harahap seorang Pendamping Desa di Distrik Gresi Selatan, selama ini masyarakat di kampung  masih diabaikan, masyarakat merasa tidak pernah terlibat dalam proses Sistem Perencanaan Pembangunan Kampung, sehingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kampung tidak didukung oleh masyarakat, yang berakibat sering terjadi konflik dan pada ujungnya bermuara terhambatnya  proses pembangunan Kampung,  tidak ada yang bisa menyalahkan masyarakat terhadap kondisi ini, apabila mereka menentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kampung selama ini karena Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa  menjamin peran masyarakat dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa,  masyarakat diposisikan sebagai subyek pembangunan sehingga segala proses perencanaan hingga proses pelaksanaan masyarakat harus dilibatkan.

Di Distrik Gresi Selatan telah melaksanakan sosialisasi Integrasi SIPBM kedalam Sistem Perencanaan Pembangunan Kampung (SPPK) pada hari Sabtu tanggal 11 Februari 2017  yang diikuti oleh 4 Kampung di Distrik Gresi Selatan yaitu  Kampung Bangai, Kampung Iwon, Kampung Klaisu dan Kampung Omon.

Setelah proses sosialisasi dilakukan beberapa Pelatihan pendata dan pendataan SIPBM di Jayapura dengen dana swadaya Pendamping Kampung ( Putra Harahap, dkk). Ini merupakan langkah yang layak mendapat apresiasi dan harus dicatat oleh Pemerintah Daerah dan Propinsi terhadap upaya-upaya memperkuat masyarakat Kampung dalam peningkatan kualitas perencanaan kampung.

50papua-sipbm-2.png



Tim SIPBM Distrik Gresi Selatan di fasilitasi oleh A.H Putra Hararap (Pendamping Desa), Pestus Sanuel (Pendamping Lokal Desa) dan Yapet Tabisu yang berperan sebagai Operator  SIPBM di tingkat Distrik. Sampai saat ini (9/3,2017), Informasi dari Putra Harahap menyampaikan bahwa Tim SIPBM  sudah  2 (dua) minggu lebih ini  berproses di 2 (dua) kampung, dan direncanakan 2 (dua) hari kemudian akan bergerak ke 2 (dua)  kampung lainnya, saat ini Tim SIPBM sedang koordinasi dan konsultasi dengan Tim Kabupaten  sembari  mempersiapkan perbekalan untuk  kegiatan 2 (dua) minggu kedepan menuntaskan di 2 (dua) kampung, sehingga harapannya dokumen RPJMK 4 (empat) kampung yang mengunakan SIPBM sebagai Basis Data selesai di akhir maret ini.

Berikut gambaran dokumentasi yang dilaksanakan Tim SIPBM Distrik Gresi Selatan, pelaksanaan Musyawarah Kampung dalam penyusunan Rancangan RPJMK dengan menggunakan SIPBM menjadi Basis Data sekaligus penandatanganan berita acara musyawarah kampung.


38papua-SIPBM-3.jpg


Pada dasarnya SIPBM memberikan proses kesadaran kritis bagi masyarakat dan Pemerintah Desa/ Kampung agar semakin sadar bahwa perlu data untuk mengatasi permasalahan-permaslahan yang dihadapi kampung, selanjutnya perlu difasilitasi agar gagasan-prakarsa masyarakat dalam proses perencanaan pembangun partisipatif yang berbasis data dapat didorong untuk bekerja dalam sistem, demikian menurut Nehru Sagena dari Unicef.

Data SIPBM dapat membantu dalam penyusunan program di desa,  karena basis data lengkap nama dan alamatnya (by name by addres). Proses SIPBM diawali melalui pengisian Instrumen Keluarga (IK)  sebagai Data dasar SIPBM yang cukup simple dan lengkap sebagai data mikro, meliputi keterangan kepala keluarga, perumahan, sanitasi dan penerangan, kesehatan, fasilitas pendidikan, pengeluaran keluarga dan data lengkap keluarga.

Berikut gambaran dokumentasi proses pendataan dengan menggunakan Instrumen Keluarga (IK) yang dilakukan oleh masyarakat kampung di distrik Gresi Selatan.

18papua-sipbm-4-768x432.jpg



Ir. Eppy Lugiarti, MP  Kasubdit Advokasi Peraturan Desa di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menegaskan  bahwa sesuai dengan sistem perencanaan pembangunan,  usulan-usulan kegiatan yang mangacu pada basis data SIPBM akan dimasukkan dalam RKPDesa,  dengan mempertimbangkan  kemampuan anggaran desa dalam mendanai usulan tersebut.  Terhadap usulan kegiatan yang tidak mampu diangarkan desa maka dapat diusulkan ke supra desa secara berjenjang.

Selanjutnya Borni Kurniawan menitikberatkan bahwa sebaiknya komunitas diajak menemukan program prioritas, berbasis data SIPBM tentunya, yang didasarkan pada skala kewenangan dan 4 (empat) bidang kewenangan desa. Sehingga dapat dipetakan program/kegiatan berdasarkan kewenangan dan kapasitas fiskal yang  dibiayai melalui skema APBDesa/APBD.  Desa tidak perlu lagi membuat proposal untuk mendapatkan anggaran daerah karena sudah masuk dalam dokumen perencanaan desa, selanjutnya menurut Hadian Supriatna dalam proses ini cukup dipastikan bahwa hasil proses SIPBM dapat masuk di DURKP, kemudian dikawal di Musyawarah Pembangunan Kecamatan/Distrik , Musrenbang Kabupaten, hingga forum SKPD, sehingga dapat dipastikan usulan kegiatan terkawal  masuk RKPD N+1 (tahun berikutnya).

Dalam proses SIPBM, setelah dilakukan Musyawarah Desa dengan mengintegrasikan dalam dokumen perencanaan Desa, maka Tim SIPBM di bantu Pendamping Desa dan Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif dan TA Bidang Pelayanan Sosial Dasar dapat memfasitasi Rencana Aksi Desa, tetapi sebelum menyusun Rencana Aksi Desa, terlebih dahulu dilakukan rekonfirmasi data, sehingga ketika terdapat kesalahan dalam pendataan, maupun dalam proses entri, dapat langsung dikoreksi datanya oleh pendata atau masyarakat, demikian halnya pada saat ada masyarakat yang belum terdata dapat langsung dimasukkan datanya oleh Tim SIPBM.

Tim SIPBM dibantu Tenaga Ahli P3MD Kabupaten diharapkan dapat melakukan presentasi atas hasil data SIPBM sebagai  acuan  dalam penyusunan rencana aksi desanya. Selanjutnya pada kegiatan Rencana Aksi Desa dengan melakukan diskusi  berbagai unsur masyarakat membahas berbagai temukan bersama dalam data SIPBM serta  mencari solusi  sebagai tindakan konkrit pembangunan berbasis data di desa/kampung masing-masing.

Tim SIPBM Distrik Gresi Selatan akan menjadi percontohan dalam proses peintegrasikannya SIPBM ke dalam SPPK sehingga berbagai permasalahan yang selama ini terjadi di  masyarakat dapat diatasi dengan baik, sehingga proses pelaksanaan Pembangunan Kampung dapat berjalan sesuai harapan semua pihak, karena segala sesuatu yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kampung berdasarkan data yang Valid yaitu data yang diperoleh mengunakan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM).

Sumber : Diskusi Grup WA SIPBM Integrasi dan WA Putra Harahap

STJ

Sumber  : http://pendampingdesa.or.id/geliat-melek-data-sipbm-untuk-bangun-kampung-di-distrik-gresi-selatan-kabupaten-jayapura/
Tag : #SIPBM

Berikan Komentar Anda

Bacaan Lainnya
Kamis, 16 Mar 2017 17:46:15
Data membangun Kualitas Pembangunan Desa

Berikut ini adalah arahan Dirjen PPMD Kemendesa,PDTT Prof. Ahmad Erani Yustika, pada kegiatan TOT pelatihan...

Kamis, 16 Mar 2017 17:35:07
Geliat Kampung Melek Data SIPBM Untuk Bangun Kampung Di Distrik Gresi Selatan Kabupaten Jayapura

Harapan adanya perubahan baru akan segera dirasakan, di Kampung-Kampung di Papua, terutama di Distrik Gresi Selatan...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru