Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.28206 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Ratusan Anak Berhenti Sekolah Hanya Untuk Mengembala Sapi

Berita Kamis, 25 Jun 2015 07:16:46 - dibaca 6051 kali

18sipbm-wlahar-sapi-800x500_c.jpg

Kasihan benar nasib anak di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, harusnya mereka bisa bersekolah saat usia sekolah namun karena desakan ekonomi keluarganya, akhirnya di usia kelas 3 hingga kelas 5 SD berhenti sekolah untuk mengembala sapi.

Menurut data Sistem informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM) tahun 2012, pada tamatan sekolah Kategori Tdk/Blm Tamat SD/Tdk punya Ijazah SD sebanyak 8.502 anak yang tersebar di beberapa dusun. Dari jumlah ini diperkirakan hampir 20% anak-anak putus sekolah atau tidak sekolah, sebagian alasan mereka yang putus sekolah dikarenakan membantu orang tua untuk memelihara sapi, sebagian lagi karena tidak punya biaya dan harus membantu orang tuanya ke jakarta menjadi pembantu rumah tangga dan alasan malas bersekolah. Hal ini perlu ada tindakan yang nyata dari Pengambil Kebijakan dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Brebes.

Aktivis Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Desa Wlahar Kartini (35) mengaku prihatin dengan kondisi di desanya yang masih banyak anak-anak usia sekolah, karena teman-temannya yang mengikuti jejak temannya sehingga mereka lebih suka memelihara sapi orang tua ataupun milik warga nya yang menitip kepadanya untuk di gembalakan.

” Sebetulnya kondisi anak putus sekolah lebih mementingkan untuk menggembala sapi sudah lama, Namun tidak ada tindakan preventif agar setiap tahun anak yang masih usia sekolah bisa bersekolah.” Tandasnya saat di temui oleh tim celotehlarangan, Minggu (08/06).

Ia juga menyayangkan kepada orang tuanya, dimana masih banyak yang memiliki pandangan tentang sekolah tinggi, ya akhirnya juga banyak yang menganggur, lebih baik semasa masih anak untuk menggembala sapi, dengan mengembala sapi nantinya bisa untuk modal saat menikah.

Salah satu anak penggembala sapi, Wahyu (11) Anak kecil ini keseharianya lebih suka di habiskan dengan memelihara sapi atau mencari rumput untuk pakan sapi milik orang tuanya daripada sekolah. Alasan Wahyu lebih memilih putus sekolah, karena lebih bebas bermain semaunya sendiri dan tidak ingin memberatkan beban kehidupan orang tunya yang secara ekonomi masih di bawah garis kemiskinan. Apalagi sejak orang tuanya harus berpisah kehidupanya harus ikut dengan neneknya.

“ Saya tidak mau sekolah, mending nggembala sapi bisa dapat duit, Kalau menggembala sapi nanti dapat duit 30-50 ribu perbulan, bisa untuk menabung saat sudah besar bisa untuk bekal menikah,” tuturnya.

( Eko Dhardirdjo Editor BU ) sumber : WLAHAR, Celotehlarangan.com
Tag : #
Bacaan Lainnya
Senin, 25 Dec 2017 16:19:14
Ayo Dukung Gerakan Kembali Ke Sekolah

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir sendiri memprediksi, 70 persen dari keluaran SMA/SMK nantinya akan...

Senin, 25 Dec 2017 16:14:34
Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru