Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.36421 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM), Upaya Meningkatkan Peran Serta Masyarakat di Sektor Pendidikan

Artikel Rabu, 21 Oct 2015 14:52:47 - dibaca 8697 kali


bappedakotakupang.info - Selama ini sering terjadi sebuah dokumen perencanaan yang buruk dan kurang menjawab permasalahan di masyarakat. Salah satu penyebab dari hal ini adalah bahwa perencanaan tersebut disusun dengan  berbasis pada DATA YANG TIDAK AKURAT. Dengan kata lain untuk menghasilkan Perencanaan Yang BAIK harus berbasis pada DATA YANG AKURAT. Pengertian Sistim Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM) adalah : Prosedur pengumpulan data anak usia 0-18 tahun DARI MASYARAKAT yang dilaksanakan OLEH MASYARAKAT dan UNTUK DIMANFAATKAN MASYARAKAT guna mengetahui permasalahan pendidikan dan mencari cara untuk mengatasinya.

Esensi dari program SIPBM adalah pelibatan masyarakat lokal dalam proses pendataan dan penyusunan kegiatan di masyarakat guna menyelesaikan masalah pendidikan di wilayahnya. Sehingga secara sederhana dapat dikatakan bahwa SIPBM adalah program pendataan berbasis aksi. Data yang dikumpulkan bersumber dari masyarakat yang dilakukan secara sensus atas satuan wilayah administratif dan unit analisisnya adalah keluarga. Artinya, pendataan dilakukan kepada seluruh keluarga dan anggota keluarga yang berada dalam satuan wilayah administratif tertentu.

Hal itu dimaksudkan guna memperoleh informasi meliputi, berapa banyak anak Pra-Sekolah yang akan sekolah (0-6 tahun)? Berapa banyak anak usia sekolah (7-18 tahun) yang tidak bersekolah? Dimana anak yang tidak sekolah? Dan mengapa anak tidak sekolah? Di samping itu, ditambahkan pula beberapa informasi lainnya yang dianggap penting seperti, kepemilikan akte kelahiran, konsumsi garam yodium keluarga, pekerjaan ekonomi orang tua, jarak ke sekolah, alat transportasi yang digunakan ke sekolah dan lainnya.

Setelah pengumpulan data selesai dilakukan, maka pertanyaan tentang "apa yang diperlukan untuk membawa anak ke sekolah" ditindaklajuti dalam bentuk penyusunan rencana aksi bersama masyarakat. Maksudnya, data yang telah dihasilkan, dikembalikan lagi ke masyarakat untuk diamati dan dianalisa sehingga masyarakat dapat secara mandiri menyelesaikan beberapa persoalan pendidikan di wilayahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Konsep di atas menggambarkan bahwa SIPBM merupakan rangkaian kegiatan dari pengambilan data sampai penyusunan dokumen perencanaan. Proses ini tidak bisa sekedar dimaknai sebagai proses pengambilan data saja. Proses pengambilan data dan validitas data yang dihasilkan memang merupakan satu hal penting dalam kegiatan ini. Selain itu diperlukan juga ketrampilan dan analisis yang kuat untuk menghasilkan sebuah dokumen perencanaan pendidikan yang lebih berkualitas.


Tujuan Pendataan SIPBM adalah sebagai berikut :

1. Mendapatkan Data Pendidikan  usia 0-18 Tahun
2. Mendapatkan bahan untuk penyusunan perencanaan pendidikan khususnya  untuk PENUNTASAN Wajib Belajar (WAJAR) 9 Tahun
3. Memberikan acuan pengelolaan data pendidikan secara periodik dari tingkat desa/kelurahan sampai tingkat Kabupaten/Kota.


Manfaat SIPBM Bagi Masyarakatadalah sebagai berikut :

1. Keterlibatan masyarakat dalam pendataan menumbuhkan kesadaran akan permasalahan dan kepedulian  di wilayahnya (RENCANA AKSI DESA/kelurahan)
2. Kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk ambil bagian dalam proses pendidikan
3. Menggerakkan modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat untuk ikut serta dalam meretas masalah pendidikan dilingkungannya


Sedangkan Manfaat SIPBM bagi pemerintah adalah sebagai berikut  :

- Perencanaan pendidikan dapat dilakukan lebih tepat dan akurat karena berdasarkan data yang ada
- Akuntabilitas dan Akseptabilitas Perencanaan Pendidikan (Good & Strong Governance)
- Menghasilkan profil pendidikan pada berbagai jenjang administrasi pemerintahan
- Data Yang dihasilkan dari Proses SIPBM adalah :
- Jumlah penduduk
- Anak usia sekolah ( berdasarkan kelompok usia , 7 – 12 tahun, 13 – 15 tahun, 16 – 18 tahun)
- Anak tidak sekolah
- Anak / penduduk belum sekolah
- Anak putus sekolah
- Alasan TIDAK,PUTUS, LULUS TIDAK LANJUT SEKOLAH
- Lokasi anak putus sekolah
- Angka Partisipasi Kasar
- Jumlah Kepaa Keluarga
- Pengeluaran Keluarga
- Garam beryodium
- Akte kelahiran
- Pendidikan kepala keluarga
- Ijazah tertinggi KK
- Jarak sekolah dengan rumah

Dengan dukungan Unicef Perwakilan NTT, proses SIPBM telah dimulai di Kota Kupang pada tahun 2012 di semua wilayah kelurahan. Kegiatan ini merupakan follow up pembentukan dan pelatihan Tim SIPBM pada tahun 2011 lalu yang melibatkan Bappeda Kota Kupang dan Dinas PPO. Lewat proses ini akan dihasilkan data pendidikan di masing-masing kecamatan yang selanjutnya bisa dijadikan acuan pelaksanaan pembangunan sektor pendidikan di Kota Kupang

Tag : #SIPBM #NTT #Tujuan Pendataan
Bacaan Lainnya
Senin, 25 Dec 2017 16:19:14
Ayo Dukung Gerakan Kembali Ke Sekolah

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir sendiri memprediksi, 70 persen dari keluaran SMA/SMK nantinya akan...

Senin, 25 Dec 2017 16:14:34
Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru