Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.41491 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain

Kisah Sukses Rabu, 28 Oct 2015 14:04:09 - dibaca 7195 kali
27sipbm-Photo1.jpg

 
Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas dari pekerjaan rutin yang membosankan.

Bagaimana tidak. Setiap hari sebelum berangkat sekolah, Ernia harus bangun pukul 05.00 WITA untuk mengurus keperluan adiknya seperti sarapan, mencuci piring, memasak, dan mencuci pakaian. Jika waktu mepet, Ernia menangguhkan sebagian pekerjaannya dan memilih berangkat ke sekolah agar tidak ketinggalan mata pelajaran.

Ernia baru melanjutkan pekerjaan seperti mencuci piring dan mencuci pakaian setelah pulang sekolah. Sebelum waktu magrib tiba, Ernia sudah harus bergelut di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk adik-adiknya. Meskipun kerap makan nasi tanpa lauk, tidak satu pun adiknya yang pernah memprotes apa yang disuguhkan.

Adik-adik Ernia seolah mengerti dengan kondisi kehidupan keluarga kecilnya. Asri dan Asrul, yang kini duduk di bangku kelas empat dan dua kerap harus bekerja mengumpulkan batu di sungai untuk dijual. Hasil jerih payah adik-adiknya yang tidak lebih dari Rp 10 ribu tiap hari, diserahkan kepada Ernia untuk biaya dapur keluarga kecil mereka.

Pekerjaan Ernia kini memang relatif lebih ringan. Ernia kini tak lagi menjadi buruh cuci piring di warung untuk menafkahi empat adiknya. Selain kemurahan para tetangga yang kerap mengulurkan tangan, sejumlah donatur menyatakan sudah berjanji akan menjamin kebutuhan hidup keluarga kecil Ernia seperti menyedaikan beras tiap bulan.

Ernia dan dua adiknya asri dan asrul yang sempat putus sekolah kini sudah bisa bersekolah kembali berkat bantuan dan prakarsa sejumlah pihak yang bersimpati. Sejumlah dermawan usai menyaksikan tayangan SCTV langsung mengirimkan bantuan dana untuk meringankan Ernia dan adik-adiknya salah satunya dari daerah Yogyakarta.

Ernia memang punya rekening pribadi yang dibukakan oleh sejumlah aktivis peduli anak. Sayangnya Ernia yang tidak biasa berurusan dengan bank mengaku malu dan tak tahu menahu bagiamana cara mencairkan dananya di bank. Meski kesulitan biaya hidup untuk makan bersama adik-adiknya, dana sebesar Rp 1,3 juta di rekeningnya tidak pernah ditarik.(JUM)

sumber : http://news.liputan6.com/read/367373/setelah-tiga-tahun-ernia-akhirnya-rindu-bermain

 

Tag : #Kembali kesekolah #Polman #UNICEF
Bacaan Lainnya
Rabu, 24 Feb 2016 06:14:02
SIPBM Online mendapat apresiasi di PKP2A IV LAN Aceh

Berdasarkan informasi yang diterima oleh redaksi Kakilangit, bahwasannya program berbasis aplikasi Sistem Informasi...

Kamis, 18 Feb 2016 05:05:12
Data SIPBM Gerakkan Hati Kades Dungkait Untuk Pendidikan

Katinting.com, Mamuju – Tak banyak yang tahu persis berapa jumlah anak yang tidak mendapatkan pendidikan formal....

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru