Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.30279 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

UNICEF: 2,5 Juta Anak Indonesia Masih Belum Nikmati Pendidikan

Artikel Rabu, 22 Jul 2015 15:16:20 - dibaca 7232 kali
40sipbm-unicef.jpg

Jakarta - Manager Fundraising Yayasan Amal Khair Yasmin, Mujtahidin, mengatakan, masalah pendidikan gratis pada era 20 persen APBN masih relevan. Berdasarkan data UNICEF, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia yang seharusnya bersekolah tidak dapat menikmati pendidikan.

Tercatat, 600.000 usia sekolah dasar (SD) dan 1.9 juta anak usia sekolah menengah pertama (SMP). Data statistik tingkat provinsi dan kabupaten menunjukkan bahwa terdapat kelompok anak-anak tertentu yang terkena dampak paling rendah. Sebagian besarnya, berasal dari keluarga miskin, sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Menurut Mujtahidin, anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki kemungkinan putus sekolah empat kali lebih besar daripada mereka yang berasal dari rumah tangga berkecukupan. Sedangkan untuk data statistik geografis, tingkat putus sekolah anak SD di desa mencapai 3:1 persen dengan daerah perkotaan. Hal itu dipicu faktor kekurangan tenaga pengajar, untuk daerah terpencil, dan tergolong penghasilan rendah.

"Tingkat putus sekolah anak di desa dapat mencapai tiga persen, jika dibandingkan dengan anak di perkotaan,” kata Mujtahidin, dalam "Workshop Pendidikan Gratis", di Gedung Kememterian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (19/6).

Dia menambahkan, sejauh ini, sekolah gratis yang diselenggarakan pemerintah tidak menjangkau beberapa kebutuhan vital anak-anak sekolah seperti pakaian seragam, study tour, dan layanan kesehatan. Bahkan di beberapa tempat, ada sekolah negeri yang masih memungut sumbangan penyelenggara pendidikan (SPP) dengan mengganti nama menjadi sumbangan suka rela.

”Ini jelas tidak benar dan tidak mendukung program pendidikan yang diamanatkan UUD 45,” kata Mujtahidin.

Mujtahidin menyebutkan, berdasarkan Pasal 31 UUD 45, pendidikan yang diselenggarakan pemerintah, khususnya pendidikan dasar selama sembilan tahun adalah gratis.

“Pendidikan gratis sembilan tahun seharusnya tanggung jawab negara. Itu amanat undang-undang,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada praktiknya, yang namanya pendidikan gratis pada sekolah negeri, hanya SPP dan uang buku gratis. Kenyataan tersebut, bertentangan dengan konsep gratis. Padahal konsep pendidikan gratis seharusnya seluruh aktivitas yang terkait dengan pendidikan gratis.

Maria Fatima Bona/EPR

sumber : http://www.beritasatu.com/kesra/284023-unicef-25-juta-anak-indonesia-masih-belum-nikmati-pendidikan.html


 

Tag : #Pendidikan #SIPBM #UNICEF
Bacaan Lainnya
Senin, 25 Dec 2017 16:19:14
Ayo Dukung Gerakan Kembali Ke Sekolah

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir sendiri memprediksi, 70 persen dari keluaran SMA/SMK nantinya akan...

Senin, 25 Dec 2017 16:14:34
Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru