Terbaru
Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.40863 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Derita Mila, Anak Yatim dari Desa Wlahar

Artikel Kamis, 25 Jun 2015 07:29:56 - dibaca 10726 kali

47sipbm-mila-wlahar-800x500_c.jpg

Kondisi ekonomi yang menghimpit keluarga Tardi (47), menyebabkan salah satu anaknya mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan motoriknya yang tidak normal seperti biasanya anak diusianya. Itulah Mila, seorang anak yatim yang berusia 16 tahun, kini hidupnya penuh rintangan yang sungguh berat baginya, perlu perhatian dari siapapun.

Dia sekarang seorang anak yatim, hidupnya bersama dengan ayahnya, ibunya sudah meninggal 1 tahun yang lalu. Mila merupakan anak ke 4 dari pasangan Tardi dan Roipah warga dusun wlahar Desa wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Mila keseharianya hanya di habiskan di rumah atau lingkungan rumahnya, Hal ini dikarenakan kondisi pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya mengalami kemandekan, dengan usia 16 tahun mila postur tubuhnya seperti anak TK, pertumbuhan fisiknya tidak bisa mengalami pertumbuhan layaknya anak normal lainya.

Hasil pantauan celotehlarangan.com Rabu (17/6) kondisi mila di derita sejak masih kecil dan tidak tahu penyebabnya, sudah di coba untuk berobat pada bidan terdekat, namun belum diketahui kondisi psikis dan keadaan perkembangan motoriknya. ” saya juga tidak tahu apa penyebabnya hingga dia (mila) bisa pertumbuhanya kecil terus walaupun sudah saya coba berobat ke bidan,” Ujarnya Tardi (47) Ayah dari Mila.

Dengan kondisi ekonomi yang menghimpit keluarganya tardi hanya pasrah kepada anaknya yang kondisi pertumbuhan dan perkembanganya tidak seperti anak normal lainya. ” Saya ikhlas dan pasrah dengan kondisi yang terjadi pada anak saya seperti itu,” tambahnya.

Hal senada juga dikatakan oleh tetangganya, Peni (29) bahwa mila sehari-harinya hanya sendirian, jika ayahnya kerja seharian dia hnya di rumah bahkan kalau tidur malam hari di tengah-tengah jalan. “ Kasihan sebetulnya tidak ada teman sepermainan hanya keseharianya di lakukan di dalam rumah, apalagi jika malam pasti pengin tidurnya di jalan,”terangnya.

Melihat kondisi yang di alami oleh mila, Kartini (39) aktivis pemberdayaan perempuan dari PEKKA wlahar mengungkapkan keprihatinanya terhadap anak-anak yang seumuran mila dengan hak anaknya tidak di dapat, tidak seperti anak normal lainya yang bisa bersekolah, bermain dengan anak seusianya. ” anak seperti mila seharusnya dapat hak bermain, dan bersekolah, tapi dengan kondisi yang tidak seperti anak normal lainya, berharap ada perhatian yang kongkrit dari pemerintah daerah baik dari Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten terhadap kondisi anak ini, dimana sampai yang saat ini belum terpenuhi haknya,” tandasnya.

(Eko Dardirdjo Edito BU) - sumber : http://celotehlarangan.com

Tag : #PEKKA #wlahar #Pemberdayaan Perempuan
Bacaan Lainnya
Minggu, 25 Dec 2016 17:03:08
Manfaatkan Data SIPBM, Masyarakat Susun Rencana Aksi Desa

MamujuPos.com, Mamuju – Tim Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) Kabupaten Mamuju telah...

Minggu, 25 Dec 2016 16:49:59
Hapisa : Ciptakan Lingkungan Sekolah Yang Nyaman

Foto kedua dari kanan Hapisa Ayyub saat mengahdiri lokakarya di Kantor Bupati Mamuju Mamuju, Katinting.com...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru