Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.40069 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Hapisa : Ciptakan Lingkungan Sekolah Yang Nyaman

Berita Minggu, 25 Dec 2016 16:49:59 - dibaca 3518 kali

00sipbm-lokakarya-di-Kantor-Bupati-Mamuju-.jpg

Foto kedua dari kanan Hapisa Ayyub saat mengahdiri lokakarya di Kantor Bupati Mamuju


Mamuju, Katinting.com –
 Bertempat di aula lantai 3 kantor Bupati Mamuju digelar Lokakarya Perencanaan Pendidikan Desa Berbasis Data Tingkat Kabupaten Mamuju.

Lokakarya ini adalah bagaimana merancang program Desa Tuntas Wajib Belajar 9 Tahun, dengan memilih 3 desa sebagai pilot project diantaranya Desa Dungkait Kecamatan Tapalang Barat, Desa Botteng Utara Kecamatan Simboro dan Desa Bunde Kecamatan Sampaga.

Ini untuk menuntaskan anak usia 7-15 tahun mendapatkan pendidikan dengan 5 jalan, yaitu Menyusun Peraturan Desa tentang Desa Tuntas Wajib Belajar 9 tahun, Membentuk tim Desa tuntas wajib belajar 9 tahun, Mengalokasikan dana APBDesa dalam penanganan tuntas wajib belajar 9 tahun, Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tuntas wajib belajar 9 tahun serta menfasilitasi seragam sekolah untuk anak yang ingin melanjutkan pendidikan ditingkat sekolah dasar.

Pada acara pembukaan hadir Bupati Mamuju Drs. H. Habsi Wahid, MM, Kasubdit Advokasi Peraturan Desa Ir. Eppy Lugiarti,MP, Unicef Jakarta Suhaeni Kuddu, Dewan Pendidikan Hajrul Malik, Konsultan Unicef Zakir Akbar, Anggota DPRD Mamuju Hapiza Ayyub, Para Kepala SKPD, Kepala Bidang Sosbud Bappeda Kabupaten Mamuju Muh. Hasrul, Para Camat dan Kepala Desa Serta Stakeholder terkait.

Foto (ki-kanan) Kades Bunde, Muh. Zakir Akbar dan Hapisa Ayyub saat mengahdiri lokakarya di Kantor Bupati Mamuju .JPG

Foto (ki-kanan) Kades Bunde, Muh. Zakir Akbar dan Hapisa Ayyub saat mengahdiri lokakarya di Kantor Bupati Mamuju .JPG

Pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Hapiza Ayyub mengatakan, tidak boleh lagi ada pungutan liar (pungli) di sekolah sebab sudah ada anggarannya. “Tidak bisa Pungli karena sudah ada anggarannya.” Tegasnya. Menurutnya, jika pun ada pungutan bentuknya iuran itu harus disepakati oleh semua orang tua siswa dan tidak memberatkan, ucapanya pada sesi kelompok diskusi terkait Strategis Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun di Tingkat Desa.

Sambung legislator perempuan Partai Hanura tersebut, mengatakan, butuh sebuah strategi dalam mengembalikan anak kesekolah, sebuah metode untuk dapat membuat anak mau dan nyaman disekolahnya.

“Untuk mengembalikan anak kesekolah dan mau tetap menyelesaikan pendidikannya sampai tuntas, bagaimana bisa menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman. Kenapa anak tidak mau kesekolah karena lingkungan sekolah dan pengajar tidak menarik. Sehingga butuh pendidik bukan pengajar, karena beda pendidik dengan pengajar yang hanya memberikan pelajaran, memberikan tugas tidak sesuai kemampuan anak itu,” terang Hapiza Ayyub. Rabu, (30/11).

Hapisa juga menekankan sebuah sekolah dengan lingkungan yang nyaman agar tidak mau bersekolah atau adalagi anak putus sekolah, sehingga pihaknya akan mendorong regulasi lingkungan sekolah yang nyaman dan ramah.

Ia juga sangat mendukung penanaman nilai, lingkungan nyaman dan ramah di sekolah anak usia dini (Paud,red). Sehingga kedepan anak itu tetap mau melanjutkan pendidikannya, haturnya. (ADV)

Tag : #sipbm #unicef #mamuju
Bacaan Lainnya
Senin, 25 Dec 2017 16:19:14
Ayo Dukung Gerakan Kembali Ke Sekolah

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir sendiri memprediksi, 70 persen dari keluaran SMA/SMK nantinya akan...

Senin, 25 Dec 2017 16:14:34
Mendikbud Canangkan Gerakan Kembali ke Sekolah

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru