Terpopuler
©2017 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.49021 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Kisah Sukses Pendidikan di Sulbar, Siswa tak Diwajibkan Berseragam Sekolah (2)

Artikel Selasa, 27 Sep 2016 20:14:20 - dibaca 1471 kali

38sipbm-sekolah.jpg


Pada beberapa sekolah juga diterapkan kebijakan yang tidak mewajibkan pakaian seragam bagi siswa/murid.

Di lokasi ini, Yohanis Piterson bersama para relawan SIPBM kerap melakukan pertemuan. Ada dua unit balai beratap rumbia yang dijadikan tempat diskusi dan sering dipakai sebagai ‘markas’ para relawan pendata dan fasilitator Program SIPBM. Pertemuan di Balai Rawamangun semakin terasa lebih santai karena tim dijamu dengan berbagai makanan. Salah satuanya durian khas Polman.

“Buahnya kecil-kecil, masih besar durian kita di Lhoong, Aceh Besar,” celetuk Kamaruzzaman, staf Disdik Aceh yang ikut dalam rombongan. Meski kecil tapi hampir semua durian yang dihidangkan ludes. Ada juga rambutan, gorengan, dan kopi melengkapi suasana pertemuan sore itu.

Tim diajak ke Rawamangun untuk mendengarkan presentasi terkait seluk- beluk Program SIPBM yang diterapkan di Polman. Piter, merupakan salah satu ‘tokoh kunci’ dalam Pogram SIPBM di Polman menjelaskan secara detail berbagai hal terkait dengan perjalanan program di SIPBM di Polman. Dari pemaparannya tergambar bahwa keberhasilan Program SIPBM di kabupaten itu membutuhkan waktu sebelas tahun.

Dalam pelaksanaannya banyak hal yang terjadi dan sempat pasang surut. Mulai dari perekrutan relawan pendata hingga fasilitator. Menurut Piter, salah faktor kunci keberhasilan program SIPBM di Polman terletak pada kesolidan tim pendata dan fasilitator. Ada relawan yang mendaftar lalu ke luar karena merasa tidak betah. Kini, relawan yang tinggal sekarang adalah mereka yang hasil seleksi alam.

“Sekarang kami punya 2.000 orang pendata dan fasilitator yang kami bina dalam kurun waktu delapan sampai sembilan tahun terakhir. Sekarang kalau ada pedataan, kami tinggal berkomunikasi lewat pesan singkat, mereka langsung bergerak. Karenanya kami punya banyak teman kalau datang ke desa-desa. Kami tidak pernah melupakan mereka,” kata Piter, bekas guru SD di Kecamatan Tapango.

Pada 2005 Piter dimutasi ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Polman sebagai Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) merangkap Penanggung Jawab Program SIPBM.
Pertama sekali Progam SIPBM diterapkan di 18 desa dalam dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tinambung delapan desa dan Kecamatan Tapango sepuluh desa. Kedua kecamatan ini menjadi desa pilot project 2004-2005 kerja sama antara Polman dengan Unicef.

“Pendidikan adalah hak asasi manusia. Setiap anak harus mendapat haknya, hak untuk pendidikan,” kata Bupati Polman, Ali Baal Masdar. Untuk memastikan semua anak usia sekolah bersekolah, pada setiap desa/kelurahan, kantor camat Pemkab Polman membentuk posko pengaduan. Pada beberapa sekolah juga diterapkan kebijakan yang tidak mewajibkan pakaian seragam bagi siswa/murid.

“Pakaian seragam menjadi beban tersendiri bagi orang tua siswa yang tidak mampu. Bayangkan saja, kalau mereka punya empat anak sekolah, maka harus ada empat pakaian seragam.

Karena itu fokus kita, mereka harus sekolah dulu. Itu yang terpenting. Terkadang saya juga turun langsung menemui anak-anak ini, mengapa mereka tidak sekolah? Apa alasannya? Kita coba memfasilitasi, kita dorong agar mereka bisa kembali bersekolah,” kata Bupati.

Sederhananya, SIPBM mempunyai prosedur pengumpulan data anak usia 0-18 tahun dari masyarakat yang dilaksanakan masyarakat dan untuk masyarakat agar mengetahui permasalahan pendidikan dan mencari cara untuk mengatasinya.

Hasil dari pendataan itulah yang ditindaklanjuti dengan melakukan diskusi terarah (FGD) di tiap wilayah pendataan untuk memastikan anak yang bersangkutan mau sekolah atau tidak.

“SIPBM mampu mengidentifikasi secara detail dari rumah ke rumah dengan menggunakan sistem sensus. Siapa saja anak yang tidak sekolah dan di mana mereka tinggal kita bisa tahu melalui pendataan SIPBM,” ujar Suheini Kudus, Education Specialist Unicef di Polman.

Menurut Suheini, selama ini pemerintah mengetahui ada banyak anak Indonesia yang putus sekolah, tapi tidak mengetahui siapa dan di mana saja mereka tinggal.

“Maka data SIPBM bisa menjawab persoalan ini karena pendataan langsung dilakukan pendata yang berasal dari dusun di mana mereka tinggal,” ujarnya. Untuk menjalankan program SIPBM ini pada tahun 2012 Pemkab Polman menggelontorkan Rp 1,6 miliar. Biaya ini ditanggung pemkab setempat bekerja sama dengan Unicef.

Bila dikalkulasikan untuk Aceh yang memiliki 23 kabupaten/kota, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp 25 miliar lebih. Namun, Kadisdik Aceh Anas M Adam bertekad mengadopsi Program SIPBM ini untuk diterapkan di Aceh.


Menurut Anas, program ini penting karena sampai sejauh ini pemerintah masih kesulitan mengetahui siapa saja anak di Aceh yang putus sekolah, untuk kemudian dilakukan upaya transisi agar mereka dapat kembali bersekolah. “Mungkin tidak sekaligus di semua kabupaten/kota,” ujar Anas.

Setidaknya, program SIPBM ini berpeluang diterapkan di tiga kabupaten sebagai pilot project yakni Aceh Timur, Aceh Jaya, dan Aceh Besar. Wacana ini mendapat sambutan hangat dari pihak Unicef di Aceh. Kata sepakat pun diputuskan. Dalam waktu dekat tim akan duduk kembali untuk membicara rencana aksi selanjutnya. Kita tunggu saja... (*)

sumber :
http://ansaridaily.blogspot.co.id/2016/07/kisah-sukses-pendidikan-di-sulbar-siswa.html
Tag : #sipbm # kisah sukses

Berikan Komentar Anda

Komentar Anda


Johnette says :
14/01/2017 03:36:19
There are no words to describe how bouioacds this is.

Etta says :
14/01/2017 04:36:28
God help me, I put aside a whole afrnoeotn to figure this out.

Kailee says :
14/01/2017 06:52:12
Yeah that's what I'm talking about <a href="http://vqpzka.com">bai-y-nbce</a> work!

Danyon says :
14/01/2017 06:53:12
That's a subtle way of <a href="http://udwulizfcaa.com">thniking</a> about it.

Sable says :
14/01/2017 08:07:55
It's great to read something that's both enjoyable and provides pradsatimgc solutions.

Flora says :
14/01/2017 10:14:07
I know this if off topic but I&#8217;m looking into starting my own blog and was curious what all is required to get setup? I&#8217;m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I&#8217;m not very web smart so I&#8217;m not 100% sure. Any tips or advice would be greatly aprpceiated. Many thanks

Romby says :
16/01/2017 12:23:45
At last some raniltaoity in our little debate. http://qtcbvfuksy.com [url=http://eygoyvsyl.com]eygoyvsyl[/url] [link=http://koodubf.com]koodubf[/link]

Cassara says :
16/01/2017 12:24:11
Wonderful expnilataon of facts available here. http://vxeshbom.com [url=http://opqujt.com]opqujt[/url] [link=http://mznmsnna.com]mznmsnna[/link]

Jonnie says :
16/01/2017 12:28:04
Last one to utzilie this is a rotten egg! http://acnczfna.com [url=http://uivehtua.com]uivehtua[/url] [link=http://ouafmzlmjjt.com]ouafmzlmjjt[/link]

Ducky says :
16/01/2017 12:31:02
I read your post and wished I'd wrttein it http://iijxeyvova.com [url=http://xunfjr.com]xunfjr[/url] [link=http://ywpfkgqnzg.com]ywpfkgqnzg[/link]

Polly says :
17/01/2017 19:31:40
Great article but it didn't have <a href="http://lmujps.com">evi-rthengyI</a> didn't find the kitchen sink!

Mattie says :
17/01/2017 19:35:16
What a neat <a href="http://pzjiddcvy.com">areilct.</a> I had no inkling.

Randi says :
17/01/2017 19:38:06
We need a lot more <a href="http://nadjsypu.com">inhtgsis</a> like this!

Artie says :
19/01/2017 10:23:15
Alafmzaaa-inkormation found, problem solved, thanks! http://zdxwfbggsh.com [url=http://cilscrsjc.com]cilscrsjc[/url] [link=http://fuqsfwby.com]fuqsfwby[/link]

Bacaan Lainnya
Kamis, 16 Mar 2017 17:46:15
Data membangun Kualitas Pembangunan Desa

Berikut ini adalah arahan Dirjen PPMD Kemendesa,PDTT Prof. Ahmad Erani Yustika, pada kegiatan TOT pelatihan...

Kamis, 16 Mar 2017 17:35:07
Geliat Kampung Melek Data SIPBM Untuk Bangun Kampung Di Distrik Gresi Selatan Kabupaten Jayapura

Harapan adanya perubahan baru akan segera dirasakan, di Kampung-Kampung di Papua, terutama di Distrik Gresi Selatan...

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru