Terpopuler
©2018 Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat
MUsage: 3.76 Mb - Loading : 0.37218 seconds
Follow SIPBM Email Facebook Google Twitter

Kaji SIPBM Tim KEMENDIKBUD Sambangi Mamuju

Arsip SIPBM Kamis, 02 Jun 2016 19:29:42 - dibaca 2535 kali

00sipbm-mamuju-kemdikbud.jpg


Antisipasi tantangan dalam implementasi program pemerintah Republik Indonesia (RI) yakni wajib belajar 12 tahun, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan kajian. Kajian yang dimaksud tersebut yakni mengenai mekanisme pendataan anak usia sekolah. Berkaitan dengan hal itu, tim kajian Kemendikbud yang mengetahui terdapat mekanisme pendataan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) di Mamuju, Sulawesi Barat yang menyumbang kependataan anak usia sekolah diluar sekolah, tak ragu mereka sambangi Mamuju untuk melakukan riset.

Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Tim Kajian Kemendikbud tentang Pendataan anak usia Sekolah, Rahmi Yunita saat melakukan pertemuan dengan tim SIPBM Mamuju di salah satu aula yang terletak dipusat kota mamuju, pada Selasa 15 September lalu. Dalam pertemuan tersebut, tim SIPBM Mamuju yang terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Mamuju, Yayasan Karampuang dan Unicef, serta Fasilitator Desa, juga Pendata memaparkan mekanisme pendataan yang berbasis masyarakat tersebut.

Disebutkan bahwa SIPBM merupakan pendataan yang diambil oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Kemudian, SIPBM sendiri merupakan data mikro sebagai penunjang data makro yang dilahirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menanggapi hal tersebut, Rahmi mengakui beberapa unsur unik yang tergabung dalam SIPBM Mamuju telah menghadirkan pendataan berbasis masyarakat tersebut. Ia melanjutkan, terdapat beberapa hal menarik pada sistem di Mamuju, seperti rancangannya yang berbasis masyarakat, sehingga komponen pemberdayaan masyarakat sangat kuat dan nampak menjadi indikator kunci dari sistem tersebut.

Selain itu, ia juga melirik mekanisme rekonfirmasi data yang menjadi paket pendataan SIPBM. Menurutnya, dengan rekonfirmasi data tersebut membuat masyarakat menjadi meningkat rasa pemilikan data yang diambil oleh pendata dari lingkungan itu sendiri. “jadi mereka juga tahu, ada akuntabilitas yang lebih kuat, karena yang mendata adalah orang dari lingkungannya sendiri, bukan orang yang bisa datang lalu pergi begitu saja” ucapnya. Selain itu, atas mekanisme tindak lanjut penyusunan Rencana Aksi Desa (RAD) yang dimulai dari apa yang bisa dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri, menurutnya dapat membuat konsep berbasis masyarakat tersebut diterapkan diberbagai aspek sistem pendataannya. “Saya pikir dengan konsep SIPBM ini Pemerintah Kabupaten tidak hanya berhasil mendapatkan output berupa data yang lebih menyeluruh dan kredibel namun juga bisa membangkitkan kepemilikan masyarakat terhadap masalah dan juga jalan keluarnya.” Sebut Rahmi. (dhl)

sumber : http://yayasankarampuang.or.id/hasil_informasi/?berita=kaji_sipbm_tim_kemendikbud_sambangi_mamuju
Tag : #mamuju #sipbm #kemdikbud
Bacaan Lainnya
Rabu, 24 Feb 2016 06:14:02
SIPBM Online mendapat apresiasi di PKP2A IV LAN Aceh

Berdasarkan informasi yang diterima oleh redaksi Kakilangit, bahwasannya program berbasis aplikasi Sistem Informasi...

Kamis, 18 Feb 2016 05:05:12
Data SIPBM Gerakkan Hati Kades Dungkait Untuk Pendidikan

Katinting.com, Mamuju – Tak banyak yang tahu persis berapa jumlah anak yang tidak mendapatkan pendidikan formal....

Tentang SIPBM
Manfaat SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:39:24

Tujuan SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:36:56

Konsep Dasar SIPBM
Selasa, 30 Jun 2015 06:31:08

Kisah Sukses
Setelah Tiga Tahun, Ernia Akhirnya Rindu Bermain
On 14 Des 2011 at 10:45 WIB  Liputan6.com, Polewali Mandar: Masih ingat Hernia, gadis berusia 13 tahun yang merawat dan membesarkan empat adiknya seorang diri. Setelah tiga tahun lebih menghabiskan masa kecilnya dengan mengurus adik-adiknya layaknya orang tua, Ernia kini mulai merindukan masa-masa bermain layaknya anak-anak seusianya dan bebas...
Informasi Terbaru